Dekonstruksi - Jacques Derrida

 Jacques Derrida

  • Filsuf Prancis
  • Derrida asli aljazair besar di prancis
  • Bapak dan ibunya Yahudi dan ibu
  • Pernah dikeluarkan dari sekolah Antismith
  • Mati 2004 karena kangker pangkreas 


Tokoh Dekonstruksi 

Mix genre apapun di mixing  untuk semua pemikirannya.

Pemikirannya tidak hanya argumentative tetapi juga Evokatif adalah kata sifat (adjektiva) yang berarti mampu menggugah rasa, emosi, kenangan, atau imajinasi secara kuat.

Pemikirannya tidak linear tetapi sirkuler pendekatan pola pikir yang memandang segala sesuatu sebagai bagian dari sebuah siklus yang berkesinambungan, bukan sebagai garis lurus yang memiliki awal dan akhir (linear).

Perjuannya Derrida pingin menunjukkan karaktet]r teks, karkter berpikit, karakter yang sifatnya equivok :  adalah kata yang memiliki lebih dari satu pengertian, makna, atau konsep yang berbeda.

Semua gagasan derrida sifatnya komentar, atau tafsir karya buku siapapun yang pengin dia bahas. (Tafsir yang melahirkan makna baru terus -menerus). inilah yang selanjutnya dikenal dengan Dekonstruksi.

Dekonstruksi itu artinya diungkap semua variable sampai unit yang berkaitan dengan perntyataan itu, kemudian dilahirkan dari situ teks baru yang kadang - kadang gak ada hubungannya sama sekali dengan teks asalnya.

"Nothing Outside the text" Gak ada yang diluar teks: Jdi artinya semua yang dipahami yang punya makna yang bisa kita olah dengan akal budi, intelejensi kita itulah teks(tidak harus tulisan) termasuk lukosan, bangunan, Lembaga dll adalah jenisteks. HAl ini sejalan dengan istilah yang dipopulerkan oleh Gadamer : Being that could be understood is language (Segala yang punya makna dan pamahami adalah bahasa teks).

Teks yang sama dibaca berulang-ulang akan tetap mengahsilkan teks baru, produktivitas baru.